7 Penyebab Sakit Pinggang pada Perempuan, Waspada Gejala Penyakit Serius!

Sakit pinggang adalah kondisi yang sangat mengganggu, namun sayangnya cenderung diabaikan. Gangguan ini umumnya muncul karena kelelahan atau faktor usia. Karena bisa sembuh sendiri dengan istirahat cukup, kebanyakan orang tidak menganggapnya berbahaya.

7 Penyebab Sakit Pinggang pada Perempuan, Waspada Gejala Penyakit Serius!

Sakit pinggang adalah kondisi yang sangat mengganggu, namun sayangnya cenderung diabaikan. Gangguan ini umumnya muncul karena kelelahan atau faktor usia. Karena bisa sembuh sendiri dengan istirahat cukup, kebanyakan orang tidak menganggapnya berbahaya.

Namun jika hal ini terjadi terus-menerus, mulailah waspada karena kondisi ini mungkin merupakan tanda adanya penyakit serius, Beauties. Dilansir dari Spine Universe, berikut ini adalah beberapa penyebab sakit pinggang yang harus diwaspadai oleh perempuan.

1. Menopause dan Hormonal

Menurut Spine Universe, kebanyakan perempuan yang sudah memasuki masa menopause akan lebih sering mengalami sakit pinggang, yang di antaranya cukup kronis. Hal ini berkaitan dengan menurunnya produksi hormon estrogen setelah berhenti menstruasi.

2. Menstruasi atau Disfungsi Rahim

Hampir semua perempuan pernah mengalami kram parah saat (dismenore). Walau kondisi ini kadang tidak berbahaya dan bisa menghilang seiring usia, namun para ahli kesehatan curiga bahwa dismenore adalah awal masalah yang lebih serius, seperti endometriosis atau pembengkakan pelvis. Jika sakit pinggang terus muncul saat menstruasi, sebaiknya konsultasikan pada dokter.

3. Endometriosis

Sakit pinggang juga bisa menjadi salah satu gejala endometriosis, yaitu kondisi di mana endometrium (jaringan yang melapisi dinding rahim) tumbuh di luar rahim. Dalam kondisi normal, jaringan ini berfungsi sebagai tempat melekatnya sel telur yang dibuahi, dan akan meluruh jadi darah menstruasi jika tidak dibuahi.

Pada penderita endometriosis, endometrium jelas tidak bisa menjadi tempat melekatnya sel telur, namun tidak bisa luruh. Akibatnya, timbul peradangan yang menyebabkan rasa sakit di sekitarnya.

4. Fraktur Kompresi Pascamenopause

Penelitian di Amerika Serikat menunjukkan bahwa 25 persen perempuan mengalami fraktur kompresi, yaitu melemahnya tulang belakang yang kadang membuatnya bertekuk. Kondisi ini umumnya muncul sebagai akibat dari osteoporosis, sehingga risiko akan meningkat seiring bertambahnya usia, terutama pada mereka yang telah menopause.

5. Spondylolisthesis

Jika kamu tiba-tiba mengalami rasa nyeri luar biasa di bagian pinggang hingga menjalar ke jari kaki, maka waspadalah karena mungkin itu adalah tanda spondylolisthesis. Hal ini terjadi karena tulang belakang yang bergeser dari posisi normal dan menimbulkan sakit tak tertahankan. Umumnya spondylolisthesis bisa sembuh dengan istirahat cukup, namun ada baiknya kamu tetap berkonsultasi dengan dokter.

6. Sindrom Piriformis

Sakit pinggang kadang hanya efek dari gangguan pada bagian lainnya. Sebagai contoh adalah sindrom piriformis, di mana penderita sebenarnya mengalami masalah pada otot piriformis yang ada di bokong. Rasa sakit ini muncul pada orang-orang yang terlalu lama duduk atau terlalu banyak aktivitas yang berimbas pada bokong (misalnya berjalan atau berlari).

7. Disfungsi Sendi Sakroiliac

Sacroiliac (SI) adalah sendi yang menghubungkan tulang belakang bawah dan panggul. Bagian ini bisa saja mengalami peradangan akibat cedera, arthritis, kehamilan, atau infeksi. Salah satu gejalanya adalah rasa nyeri pada bokong  dan pinggang, yang akan memburuk jika dipaksa terus bergerak. Rasa nyeri ini bisa dihilangkan dengan obat-obatan dan terapi medis.

Itulah beberapa penyebab muncul sakit pinggang pada perempuan. Walaupun kelihatannya sepele, namun kamu tetap perlu waspada karena gangguan ini bisa jadi tanda kamu sedang mengalami masalah serius.